Perubahan KBLI 2020 ke 2025 adalah proses penyesuaian klasifikasi kegiatan usaha dari KBLI 2020 ke KBLI 2025. Penyesuaian tersebut dilakukan karena aktivitas ekonomi terus berkembang sehingga beberapa jenis kegiatan membutuhkan klasifikasi yang lebih spesifik atau baru.
KBLI 2025 juga memperbarui klasifikasi berdasarkan perkembangan aktivitas ekonomi dan menyesuaikannya dengan standar internasional yang relevan. BPS mencatat adanya pengakomodasian aktivitas baru, termasuk beberapa kegiatan berbasis platform digital, konten digital, podcast, game, streaming, energi terbarukan, dan aktivitas terkait karbon.
Pengertian KBLI 2020 dan KBLI 2025
KBLI merupakan sistem klasifikasi yang membantu mengidentifikasi kegiatan usaha berdasarkan jenis aktivitas ekonominya. Kode KBLI digunakan dalam berbagai proses administrasi dan perizinan, termasuk ketika pelaku usaha mengurus NIB melalui OSS.
KBLI 2020 menjadi acuan klasifikasi sebelumnya, sedangkan KBLI 2025 hadir sebagai pembaruan. Karena itu, kode yang tercantum dalam data usaha lama belum tentu memiliki kode atau uraian yang sama dalam KBLI 2025.
Perbedaan tersebut tidak selalu menunjukkan adanya perubahan kegiatan usaha. Dalam tabel konversi, suatu kode dapat tetap sama, berubah menjadi kode lain, dipecah menjadi beberapa kode, atau mengalami bentuk penyesuaian lainnya.
Bagi pelaku usaha di Bandung, pengecekan ini berguna terutama ketika aktivitas bisnis sudah berkembang. Misalnya, usaha yang awalnya hanya menjalankan perdagangan kemudian menambah kegiatan produksi, jasa digital, distribusi, atau aktivitas lain. Pemilik usaha perlu memastikan klasifikasi kegiatan yang dipilih memang menggambarkan kegiatan sebenarnya.
Mengapa KBLI 2020 Diperbarui?
Perkembangan dunia usaha membuat klasifikasi kegiatan ekonomi perlu diperbarui secara berkala. Model bisnis yang belum umum ketika KBLI 2020 disusun dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang membutuhkan pengelompokan lebih jelas.
Beberapa alasan pembaruan KBLI antara lain:
munculnya jenis kegiatan usaha baru
perkembangan ekonomi digital
perubahan model bisnis
berkembangnya aktivitas berbasis teknologi
kebutuhan klasifikasi kegiatan ekonomi yang lebih spesifik
penyesuaian dengan perkembangan standar klasifikasi internasional
kebutuhan data statistik ekonomi yang lebih relevan.
Contohnya, perkembangan platform digital, konten digital, streaming, game, dan podcast menciptakan aktivitas usaha yang semakin beragam. KBLI 2025 mengakomodasi perkembangan tersebut dalam klasifikasi yang diperbarui.
Karena itu, pembaruan KBLI bukan sekadar mengganti angka pada kode usaha. Perubahan tersebut juga berkaitan dengan bagaimana suatu aktivitas ekonomi, kegiatan usaha, dan ruang lingkup usaha diklasifikasikan.